Akhir-akhir ini marak fenomena Pre Order smartphone murah dengan spesifikasi yang mumpuni namun harga terjangkau yang dijual secara eksklusif di salah satu e-commerce terbesar di Indonesia . Namun sayang , aksi pre order yang dilakukan situs e-commerce tersebut berbuah ketidakpuasan oleh pembeli lantaran saat mereka (pembeli red) mencoba untuk mengkonfirmasi status pembayaran transfer  mereka ternyata barangnya sudah terjual habis . Begitu juga dengan mereka pembeli yang sudah mendapatkan barang , ternyata setelah dipakai terdapat kerusakan atau cacat bawaan pabrik , dan situs e-commerce tersebut tidak bersedia untuk mengganti barang baru .

belanja ponsel via online
Itu contoh pembelian ponsel via online yang dilakukan di situs ternama , lalu bagaimana dengan penjualan ponsel yang marak di berbagai sosial media seperti facebook atau twitter yang menawarkan harga ponsel setengah bahkan nyaris seperempat dari harga aslinya . Tak jarang mereka calon pembeli tergiur dengan harga miring yang ditawarkan penjual ponsel yang berniat untuk mengelabuhi anda , dan akhirnya anda tertipu lantaran tergiur harga murah namun spesifikasi mewah . Lalu si korban penipuan ponsel murah abal-abal itu koar-koar di internet “jangan beli online !!” ,”penjual online penipu semua”, “awas penipuan” dll .


Bagi Anda yang berniat untuk membeli ponsel baru , sebaiknya jangan melakukan atau bahkan mencari produk via internet untuk membeli (pembelian secara online) jika anda tidak mau tertipu atau dirugikan , berikut alasannya :


1.    Beli ponsel di internet tak bisa memilih


Varian warna pada ponsel biasanya lebih dari 2 warna , umumnya hitam dan putih . Namun , akhir-akhir ini para produsen ponsel memberikan pilihan warna yang lebih banyak seperti biru , silver , hijau dll . Bagi anda yang sensitif terhadap warna , saran saja jangan membeli ponsel via internet kalau tidak mau terima barang tidak sesuai dengan warna yang dipilih . Umumnya mereka penjual ponsel selalu mencantumkan kalimat  “jika warna yang dipesan kosong , kita akan mengirimkan barang sesuai dengan warna yang ada tanpa pemberitahuan” , dan ketika anda mengkomplain maka tidak akan ditanggapi karena penjual sudah memberikan kalimat penegas seperti itu .


Itu hanya pada masalah warna , bagaimana dengan performa ponsel yang akan menjadi teman anda sehari-hari ? jika beli ponsel di toko fisik , mereka akan menyediakan sebuah ruangan yang berisi berbagai macam ponsel sebagai alat uji coba bagi konsumen . Sehingga konsumen bisa merasakan ponsel yang akan dibelinya itu performanya seperti apa , layarnya bagaimana , suaranya dll . Berbeda jika dengan membeli secara online , anda hanya mentransfer ke penjual atau situs e-commerce atau escrow lalu tunggu barang sampai di rumah . Sesampai di rumah ,anda buka segel ponsel tersebut , pas dicoba suaranya tidak muncul lalu anda menghubungi penjual atau situs mengenai kerusakan tersebut , mereka tidak mau mengganti lantaran barang sudah buka segel , kalau begini salah siapa , coba ?


2.    Sindikat penipuan belanja ponsel online


 Tak bisa dipungkiri bahwa aksi penipuan belanja online di Indonesia didominasi oleh barang elektronik seperti ponsel dan laptop . Mengapa kedua barang tersebut yang sering dijadikan lahan untuk meraup penipuan ? tentunya harga menjadi alasan utama . Siapa yang tak tertarik dengan harga ponsel Iphone 5s Rp 3.000.000 rupiah ? padahal aslinya Rp 9.000.000 lebih ? pasti hampir semua orang bersedia untuk menebus Iphone 5s seharga 3jt-an . Para penipu ini biasanya memberikan alternatif kepada calon korbannya dengan cara mentransfer setengah harga terlebih dahulu , sisanya jika barang sudah diterima , siapa lagi yang akan menolak penawaran “gurih” seperti ini ? ketika korban sudah mentransfer setengah dari harga kesepakatan , penipu akan berpura-pura memberikan keterangan pada korban bahwa stok sudah habis , kalau mau dikirim secepatnya segera lunasi . Si korban pasti enggan membayar lagi karena sudah tahu bahwa tidak akan ada jaminan kalau bayar 100% barang akan diberikan . Siapa yang mau disalahkan kalau seperti ini ?


3.    COD-an pun rawan penipuan


Mungkin anda akan beranggapan bahwa untuk transaksi bernominal besar via online sebaiknya dengan jalur COD , CoD (Cash on Delivery) atau metode transaksi dimana penjual dan pembeli bertemu langsung disuatu tempat yang telah disepakati kedua belah pihak , penjual membawa barang dan pembeli membawa uang , jika terjadi kesepakatan maka uang dan barang diserahkan . Mungkin ini cara yang aman untuk menghindari penipuan , namun untuk pembelian barang “mainstream” seperti ponsel , apakah anda tidak berpikir bahwa cara ini sangatlah lucu ?
Lucu bagaimana ? coba pikirkan , anda ingin beli ponsel baru via internet , menghubungi situs e-commerce atau penjual personal . Lalu terjadi kesepakatan untuk COD-an , katakanlah di mall . Di Mall banyak yang jual ponsel , anda bebas pilih ponsel apa saja disana . Lucu kan kalau beli barang via online kok masih menggunakan transaksi COD , selain kurang praktis juga terkesan “katrok” . Mau beli barang saja ribetnya minta ampun ,bbm-an “elu pakai baju apa”,”ciri-ciri bagaimana” . Coba kalau ke toko fisik , langsung ketemu tidak perlu tanya sana-sini .


Bukan maksud saya untuk melarang anda membeli ponsel via internet baik secara transaksi transfer langsung ke penjual atau situs e-commerce , menggunakan jasa REKBER atau ketemuan , kalau anda memang punya uang berlebih dan tak punya waktu untuk membeli ponsel di Toko fisik , maka pembelian secara online bisa menjadi alternatif dengan catatan jika barang yang diterima tidak sesuai ekspetasi anda , maka jangan sekali-kali mengumbar kejelekan belanja online begini begitu , Ingat belanja online yang anda lakukan hanya pada ponsel bukan barang lain semacam fashion atau peralatan lain .


Dan jika anda termasuk orang yang “sensitif” sebaiknya jangan pernah tertarik dengan iklan – iklan menggiurkan ponsel yang bertebaran di beranda facebook anda atau anda sering ditandai foto ponsel mewah harga tak wajar jika anda tak ingin jadi korban penipuan .